Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juli 2020

Kode Akronim Mata Uang Dunia

Mata uang yakni satuan nilai yang uang yang berlaku di suatu negara atau wilayah. Tiap negara mempunyai mata uang yang bermacam-macam dan berbeda, meski ada yang sama. Ada juga beberapa mata uang yang dipakai di banyak negara, contohnya menyerupai Dollar Amerika, Euro, Pound dan lain-lain. Mata uang Euro dipakai oleh banyak negara di Eropa yang tergabung dalam Uni Eropa.

ISO 4217 yakni standar internasional yang ditetapkan oleh International Organization for Standardization atau ISO yang berisi isyarat tiga abjad yang mendefinisikan nama mata uang. Dua abjad pertama isyarat tersebut yakni dua abjad isyarat negara dan abjad ketiga biasanya yakni inisial mata uang itu sendiri. Sehingga isyarat untuk mata uang Indonesia menjadi IDR - ID untuk Indonesia dan R untuk rupiah.
Mata uang yakni satuan nilai yang uang yang berlaku di suatu negara atau wilayah Kode Singkatan Mata Uang Dunia
Kode alfabet dipakai pada acara perbankan internasional, trading dan sebagai abreviasi diikuti jumlah uang. Berikut ini daftar isyarat abreviasi mata uang negara-negara di dunia.
Kode KepanjanganKodeKepanjangan
AED United Arab Emirates Dirham AFN Afghanistan Afghani
ALL Albania Lek AMD Armenia Dram
ANG Netherlands Antilles Guilder AOA Angola Kwanza
ARS Argentina Peso AUD Australian Dollar
AWG Aruba Guilder AZN Azerbaijan New Manat
BAM Bosnia and Herzegovina Convertible Marka BBD Barbados Dollar
BDT Bangladesh Taka BGN Bulgaria Lev
BHD Bahrain Dinar BIF Burundi Franc
BMD Bermuda Dollar BND Brunei Darussalam Dollar
BOB Bolivia Boliviano BRL Brazil Real
BSD Bahamas Dollar BTN Bhutan Ngultrum
BWP Botswana Pula BYR Belarus Ruble
BZD Belize Dollar CAD Canadian Dollar
CDF Congo/Kinshasa Franc CHF Swiss Franc
CLP Chile Peso CNY Chinese Yuan
COP Colombia Peso CRC Costa Rica Colon
CUC Cuba Convertible Peso CUP Cuba Peso
CVE Cape Verde Escudo CZK Czech Republic Koruna
DJF Djibouti Franc DKK Danish Krone
DOP Dominican Republic Peso DZD Algeria Dinar
EGP Egypt Pound ERN Eritrea Nakfa
ETB Ethiopia Birr EUR Euro
FJD Fiji Dollar FKP Falkland Islands Pound
GBP British Pound Sterling GEL Georgia Lari
GGP Guernsey Pound GHS Ghana Cedi
GIP Gibraltar Pound GMD Gambia Dalasi
GNF Guinea Franc GTQ Guatemala Quetzal
GYD Guyana Dollar HKD Hong Kong Dollar
HNL Honduras Lempira HRK Croatia Kuna
HTG Haiti Gourde HUF Hungary Forint

Lanjutan :
Kode KepanjanganKodeKepanjangan
IDR Indonesia Rupiah ILS Israel Shekel
IMP Isle of Man Pound INR India Rupee
IQD Iraq Dinar IRR Iran Rial
ISK Iceland Krona JEP Jersey Pound
JMD Jamaica Dollar JOD Jordan Dinar
JPY Japanese Yen KES Kenya Shilling
KGS Kyrgyzstan Som KHR Cambodia Riel
KMF Comoros Franc KPW Korea (North) Won
KRW South Korean Won KWD Kuwaiti Dinar
KYD Cayman Islands Dollar KZT KYD
LAK Laos Kip LBP Lebanon Pound
LKR Sri Lanka Rupee LRD Liberia Dollar
LSL Lesotho Loti LTL Lithuania Litas
LVL Latvia Lat LYD Libya Dinar
MAD Morocco Dirham MDL Moldova Leu
MGA Madagascar Ariary MKD Macedonia Denar
MMK Myanmar (Burma) Kyat MNT Mongolia Tughrik
MOP Macau Pataca MRO Mauritania Ouguiya
MUR Mauritius Rupee MVR Maldives Rufiyaa
MWK Malawi Kwacha MXN Mexico Peso
MYR Malaysian Ringgit MZN Mozambique Metical
NAD Namibia Dollar NGN Nigeria Naira
NIO Nicaragua Cordoba NOK Norwegian Krone
NPR Nepal Rupee NZD New Zealand Dollar
OMR Oman Rial PAB Panama Balboa
PEN Peru Nuevo Sol PGK Papua New Guinean Kina
PHP Philippine Peso PKR Pakistan Rupee
PLN Poland Zloty PYG Paraguay Guarani
QAR Qatar Riyal RON Romania New Leu
RSD Serbia Dinar RUB Russia Ruble
RWF Rwanda Franc SAR Saudi Riyal
SBD Solomon Islands Dollar SCR Seychelles Rupee
SDG Sudan Pound SEK Swedish Krona
SGD Singapore Dollar SHP Saint Helena Pound
SLL Sierra Leone Leone SOS Somalia Shilling
SPL Seborga Luigino SRD Suriname Dollar

Lanjutan :
Kode KepanjanganKodeKepanjangan
STD Sao Tomean Dobra SVC El Salvador Colon
SYP Syria Pound SZL Swaziland Lilangeni
THB Thai Baht TJS Tajikistan Somoni
TMT Turkmenistan Manat TND Tunisia Dinar
TOP Tonga Pa`anga TRY Turkey Lira
TTD Trinidad and Tobago Dollar TVD Tuvalu Dollar
TWD Taiwan New Dollar TZS Tanzania Shilling
UAH Ukraine Hryvna UGX Uganda Shilling
USD US Dollar UYU Uruguay Peso
UZS Uzbekistan Som VEF Venezuela Bolivar
VND Viet Nam Dong VUV Vanuatu Vatu
WST Samoa Tala XAF Central African CFA franc
XCD East Caribbean Dollar XDR International Monetary Fund (IMF) Special Drawing Rights
XOF West African CFA franc XPF CFP franc
YER Yemen Rial ZAR South Africa Rand
ZMW Zambia Kwacha ZWD Zimbabwe Dollar

Kamis, 04 Juni 2020

Contoh Lk-5 Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Sebenarnya dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibentuk para guru tidak hanya memuat H*TS akan tetapi harus muncul empat macam yaitu (PPK, Literasi, 4C/keterampilan kala 21, dan H*TS) maka perlu kreatifitas guru dalam meramunya. Namun demikian ketika RPP sudah HOTS maka yang lain sudah terintegrasi didalamnya sehingga muncul istilah RPP HOTS.

Dengan kata lain RPP yang HOTS (Higher Order Thinking Skill) yaitu RPP dimana rancangan pembelajaran yang akan disajikan diperlukan sanggup memotivasi akseptor didik untuk berfikir kritis, logis, dan sistematis sesuai dengan karakteristik tiap mata pelajaran, serta mempunyai kemampuan
berpikir tingkat tinggi pada level C4, C5 dan C6.

Karakteristik rancangan pembelajaran/RPP yang mendorong kemampuan berpikir
H*TS, antara lain sebagai berikut.
  1. Tertuang dalam RPP yang sanggup mengundang kiprah aktif akseptor didik.
  2. Mendorong acara fisik dan mental akseptor didik lebih tinggi.
  3. Mendorong kreatifitas akseptor didik memecahkan problem dan menemukan solusi.
  4. Terbuka peluang bagi akseptor didik memakai teknik, media, dan peralatan yang beragam.
  5. Peserta didik memakai pengetahuan, emosi, keterampilan, dan verbal lainnya dari sudut pandang beragam.
  6. Pengetahuan yang dikembangkan pada dimensi konseptual dan procedural yang mendorong tumbuhnya keterampilan metakognitif.
  7. Didesain dalam kondisi nyata/hampir nyata, situasi gres yang terduga, hingga situasi gres yang tak terduga
Berikut ini salah satu misalnya (mohon koreksi kalau ada yang keliru)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan:Sekolah Dasar
Kelas/Semester:VI/I
Mata Pelajaran:Matematika
Materi:Bilangan Bulat Negatif
Alokasi Waktu:1 x Pertemuan ( 3 x 35 Menit)

A. KOMPETENSI INTI (KI)
K1:Menerima dan menjalankan anutan agama yang dianutnya
K2:Menunjukkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri, dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangga, serta cinta tanah air
K3:Memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat dasar dengan cara mengamati, menanya, dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu perihal dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, serta benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah, dan tempat bermain
K4:Menunjukkan keterampilan berpikir dan bertindak kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif. Dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan tindakan yang mencerminkan sikap anak sesuai dengan tahap perkembangannya

B. KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR
Kompetensi DasarIndikator Pencapaian Kompetensi
3.1Menjelaskan bilangan bundar negatif (termasuk memakai garis bilangan)3.1.1Membaca lambang bilangan negatif
3.1.2Mencontohkan bilangan negatif
3.1.3Membandingkan bilangan negatif
3.1.4Mengurutkan bilangan bulat
4.1Menggunakan konsep bilangan bundar negatif (termasuk mengggunakan garis bilangan) untuk menyatakan situasi sehari-hari4.1.1Menyebutkan teladan penerapan bilangan negatif dalam kehidupan sehari-hari

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
  1. Setelah mengamati teladan bilangan bulat, siswa sanggup membaca lambang bilangan bundar negative dengan benar.
  2. Setelah mengamati media garis bilangan, siswa sanggup mencontohkan bilangan bundar negatif dengan benar.
  3. Setelah melaksanakan diskusi kelompok, siswa sanggup membandingkan bilangan negatif dengan benar.
  4. Setelah melaksanakan diskusi kelompok, siswa sanggup mengurutkan bilangan negatif dengan benar.
  5. Setelah mengamati gambar kegiatan sehari-hari yang berafiliasi dengan bilangan negatif, siswa sanggup menyebutkan teladan penerapan bilangan negative dalam kehidupan sehari-hari.

D. MATERI PEMBELAJARAN
  1. Lambang Bilangan Negatif
  2. Membandingkan Bilangan Negatif
  3. Mengurutkan Bilangan Negatif


E. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan:Saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan gosip / mencoba, mengasosiasi / mengolah informasi, dan mengkomunikasikan)
Metode:Tanya jawab, diskusi, penugasan dan ceramah
Model:Problem Based Learning

F. MEDIA PEMBELAJARAN DAN SUMBER BELAJAR
  1. Garis bilangan
  2. Buku teks siswa dan guru

G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
KegiatanDeskripsi KegiatanAlokasi Waktu
Pendahuluan
  • Guru menunjukkan salam dan mengajak semua siswa berdo’a berdasarkan agama dan keyakinan masing-masing. (Religius)
  • Siswa menyanyikan Lagu Nasional “Indonesia Pusaka”. Dipimpin oleh salah satu siswa (Nasionalis)
  • Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan menilik kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk diubahsuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
  • Guru memotivasi siswa dengan ”tepuk kelas 6 hebat”
  • Guru melaksanakan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan: (Critical thinking, menganalisis)
  • Siapa yang sanggup membaca suhu pada gambar berikut?
  • Dibaca berapakah suhu pada kota pada gambar tersebut?
  • Menginformasikan bahan yang akan disampaikan yaitu bilangan bulat”. (Integritas)
  • Guru memberikan tujuan pembelajaran yaitu semoga siswa sanggup membaca bilangan bundar negatif, mencontohkan bilangan bundar negatif, membandingkan dan mengurutkan bilangan negatif, dan memberi teladan penerapan bilangan negatif pada kehidupan sehari-hari. (Communication)
10 Menit
Inti
  • Siswa membaca bahan bilangan bundar yang ada di buku tulis selama 5 menit (literasi)
  • Siswa untuk membuat pertanyaan berdasarkan bahan yang ia baca (menanya)
Orientasi akseptor didik pada masalah
  • Siswa mengamati gambar perihal teladan bilangan bundar pada kehidupan sehari-hari yang disajikan guru (mengamati)
  • Siswa mendengarkan klarifikasi guru perihal teladan penerapan bilangan bundar dalam kehidupan sehari-hari (mengumpulkan informasi)
  • Guru meminta siswa untuk menyebutkan problem sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan bundar negatif (critical thinking)
  • Guru menyiapkan alat peraga garis bilangan
  • Guru mengajak untuk mengamati garis bilangan dan memperhatikan letak bilangan negatif, nol, dan bilangan positif (bilangan asli) (critical thinking)
  • Guru membagikan kartu bilangan dan siswa diminta meletakkan kartu-kartu bilangan pada garis bilangan sesuai tempatnya.( critical thinking)
Mengorganisasikan akseptor didik untuk belajar
  • Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok (gotong royong, collaborative)
  • Guru menunjukkan permasalahan dalam bentuk LKPD
  • Siswa memperhatikan permasalahan yang diberikan (membandingkan bilangan bundar negatif dan mengurutkan bilangan negatif) (mengamati, problem solving)
Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok
  • Siswa mengerjakan LKPD untuk membandingkan bilangan bundar negatif (lebih besar/lebih kecil) dan mengurutkan bilangan bundar negatif (dari yang terkecil/dari yang terbesar) (colaborative, menganalisis)
  • Guru berkeliling untuk membimbing siswa dalam mengerjakan LKPD apabila menemukan kesulitan
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
  • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas (communication)
  • Siswa dari kelompok lain menanggapi hasil presentasi temannya (mengomunikasikan, critical thinking)
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Siswa bersama guru melaksanakan refleksi dan penilaian terhadap proses penyelesaian problem pada LKPD.
75 Menit
Penutup
  • Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil berguru selama sehari (Integritas)
  • Guru dan siswa melaksanakan refleksi pembelajaran (integritas)
  • Melakukan penilaian hasil berguru (kemandirian)
  • Menyanyikan lagu kawasan “Si Patokaan” (Nasionalis)
  • Mengajak semua siswa berdo’a berdasarkan agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran) (Religius)
20 Menit

H. PENILAIAN PEMBELAJARAN
1.Penilaian Sikap
a. Lembar Jurnal Hasil Observasi Sikap Spiritual
No.NamaBersyukurBerdoaSkorNilaiDeskripsi
12341234

































































Petunjuk : Guru menunjukkan tanda (√) pada setiap kriteria sesuai dengan nilai huruf yang muncul dari siswa.

Catatan :
Kolom sikap diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria yang nampak pada deskriptor pengamatan di bawah ini!

Petunjuk kriteria penskoran
SikapDeskriptorKeterangan
Bersyukur
  1. Mengakui kebesaran Tuhan dalam membuat alam semesta
  2. Menjaga kelestarian alam, tidak merusak tanaman
  3. Tidak mengeluh
  4. Selalu merasa bangga dalam segala hal
  1. Skor 1 kalau 1 indikator yang muncul
  2. Skor 2 kalau 2 indikator yang muncul
  3. Skor 3 kalau 3 indikator yang muncul
  4. Skor 4 kalau 4 indikator yang muncul
Berdoa sebelumdan sehabis melaksanakan kegiatan
  1. Berdoa sebelum dan sehabis belajar
  2. Berdoa sebelum dan sehabis makan
  3. Mengajak sahabat berdoa ketika memulai kegiatan
  4. Mengingatkan sahabat untuk selalu berdoa
  1. Skor 1 kalau 1 indikator yang muncul
  2. Skor 2 kalau 2 indikator yang muncul
  3. Skor 3 kalau 3 indikator yang muncul
  4. Skor 4 kalau 4 indikator yang muncul

b. Lembar Jurnal Hasil Observasi Sikap Sosial
Petunjuk : Guru menunjukkan tanda (√) pada setiap kriteria sesuai dengan nilai huruf yang muncul dari siswa.
No.NamaDisiplinTanggung
Jawab
SkorNilai
12341234




























































Catatan :
Kolom sikap diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria yang nampak pada deskriptor pengamatan di bawah ini!
Petunjuk kriteria penskoran :
SikapDeskriptorKeterangan
Disiplin
  1. Hadir di sekolah sempurna waktu
  2. 2Mengumpulkan kiprah sempurna waktu
  3. Mengambil dan mengembalikan peralatan berguru pada tempatnya
  4. Tertib dalam melaksanakan tugas
  1. Skor 1 kalau 1 indikator yang muncul
  2. Skor 2 kalau 2 indikator yang muncul
  3. Skor 3 kalau 3 indikator yang muncul
  4. Skor 4 kalau 4 indikator yang muncul
Tanggung Jawab
  1. Melaksanakan kiprah yang diberikan
  2. Melaksanakan peraturan sekolah dengan baik
  3. Mengakui kesalahan dna tidak melempar kesalahan kepada teman
  4. Menyelesaikan kiprah yang diberikan
  1. Skor 1 kalau 1 indikator yang muncul
  2. Skor 2 kalau 2 indikator yang muncul
  3. Skor 3 kalau 3 indikator yang muncul
  4. Skor 4 kalau 4 indikator yang muncul

2. Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan dilakukan dengan tes tertulis

a. Soal
  1. Penyelam berenang pada kedalaman 45 meter di bawah permukaan air laut. Kedalaman penyelam yaitu … meter
  2. -15 dibaca ….
  3. .… dibaca negatif sebelas
  4. -12 … 0
  5. 5 … -17
  6. Suhu di Kota Wamena pada maham hari -2 derajat Celcius, sedangkan suhu di kota Wonosobo -5 derajat Celcius. Bandingkan suhu kedua kota tersebut
  7. Urutkan bilangan berikut dari yang terbesar hingga terkecil 12, -10, -6, 0, -4, 4, 2
  8. Gambarlah bilangan kelipatan 3 antara 0 dan -20 memakai garis bilangan dengan benar!

b. Kunci Jawaban
  1. -45
  2. Negatif lima belas
  3. -11
  4. <
  5. >
  6. Suhu di kota Wamena lebih hangat daripada suhu di Kota Wonosobo ( -2>-5)
  7. -10, -6, -4, 0, 2, 4, 12
Sebenarnya dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  Contoh LK-5 Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
3.Penilaian Keterampilan
Indikator PenilaianAda dan BenarTidak Benar
Siswa menyebutkan teladan penerapan bilangan negatif dalam kehidupan sehari-hari--
Siswa menuliskan bilangan bundar negative berdasarkan dongeng kehidupan sehari-hari--

Pengayaan
Siswa mengerjakan soal pengayaan yang ada di buku cetak dan dikerjakan pada ketika waktu luang.

Remedial
  1. Siswa yang belum memahami konsep bilangan bundar negatif sanggup dibimbing oleh guru. Pertama, guru harus memastikan bahwa siswa memahami soal yang ada. Kemudian dibimbing untuk memahami cara penyelesaian soal tersebut.
  2. Kegiatan sanggup dilakukan untuk beberapa siswa sekaligus.

BAHAN AJAR
Pengertian dari Bilangan Bulat Negatif  ialah bilangan yang merupakan salah satu dari bilangan bundar yang mempunyai tanda negatif (-) sebelum angkanya. Didalam skema garis bilangan, bilangan bundar negatif ini yang berada di deretan sebelah kiri bilangan 0. Contoh bilangan bundar negatif yang sudah sering kita jumpai ialah sebagai berikut: -1, -2, -3, -4, -5, -6, … dan seterusnya.

Bilangan bundar negatif ini apabila semakin besar angka setelah tanda negatif (-) maka akan semakin kecil nilainya. Contohnya: -20 < -1 maka angka -20 lebih rendah atau lebih kecil nilainya dari pada angka -1.

Perhatikan Gambar Berikut :
Sebenarnya dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  Contoh LK-5 Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Perhatikan arah katak yang kekiri, semakin kekiri bilangan bundar negatif tersebut maka semakin kecil pula nilai suatu bilangan.

Bilangan Bulat Negatif dalam Kehidupan Sehari-hari.

  1. Penerapan bilangan bundar dalam kehidupan sehari-hari diantaranya yaitu pernyataan yang menyatakan bahwa daging sanggup disimpan selama beberapa bulan pada suhu -18°C. 
  2. Suhu di Puncak Jayawijaya mencapai -8°C.




Unduh Dan Unggah Tagihan Pkp Berbasis Zonasi Guru Kelas Tinggi

PKP Berbasis Zonasi ialah kegiatan proses pembelajaran dan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan guru dalam merencanakan, melaksanakan, hingga dengan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa.

Pelaksanaan PKP Berbasis Zonasi dilakukan secara tatap muka dengan pola In-On-In, dimana kegiatan pembelajarannya dilakukan sebagian secara tatap muka dan sebagian dilakukan secara mandiri.
PKP Berbasis Zonasi ialah kegiatan proses pembelajaran dan peningkatan kompetensi guru me Unduh dan Unggah Tagihan PKP Berbasis Zonasi Guru Kelas Tinggi
A. Kegiatan In-Service Learning
Kegiatan In-Service Learning (In) ialah pembelajaran melalui kegiatan tatap muka antara penerima dengan Guru Inti (GI) sebagai fasilitator. Pada kegiatan In, penerima dan fasilitator akan melaksanakan pertemuan tatap muka di sentra zona atau kawasan kegiatan yang telah ditetapkan.

Selama kegiatan ini, partisipasi dan perilaku penerima selama kegiatan berlangsung dinilai oleh fasilitator sebagai salah satu unsur penilaian kegiatan PKP Berbasis Zonasi. Hasil yang diharapkan selama kegiatan In diadaptasi dengan bahan yang disampaikan, baik teori maupun praktik, serta tagihan yang harus dikerjakan oleh peserta.

B. Kegiatan On-the-Job Learning
Kegiatan On-the-Job Learning (On) ialah kelanjutan proses pembelajaran dari kegiatan In. Pada tahap On, penerima melaksanakan pendalaman bahan dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan pada dikala In.

Setiap kegiatan On dilakukan di sekolah tiap-tiap penerima selama sekitar 1 ahad atau setara dengan 10 jam pelajaran, dengan perkiraan 2JP/hari. Hasil yang diharapkan selama kegiatan On diadaptasi dengan praktik yang harus dilakukan peserta, serta tagihan yang harus dikerjakan selama kegiatan On.

Pelaksanaan Program PKP Berbasis Zonasi bagi guru sasaran memakai pola 82 Jam Pelajaran (JP) @45 menit, dengan struktur agenda ibarat pada tabel berikut.
No.MateriJP
Umum
1.Kebijakan Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi1
2.Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis H*TS, PPK & GLN1
Pokok
3.Pengembangan Pembelajaran Berorientasi H*TS28
4.Penilaian Berorientasi H*TS16
5.Praktik Mengajar24
6.Laporan Best Practice10
Penunjang
7.Rencana Tindak Lanjut2
Jumlah82

C. Tujuan Program PKP Berbasis Zonasi:
Secara umum tujuan PKP Berbasis Zonasi ialah meningkatkan kompetensi siswa melalui pelatihan guru dalam merencanakan, melaksanakan, hingga dengan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/H*TS).

Manfaat Program PKP Berbasis Zonasi:
  1. Membiasakan guru untuk menciptakan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penilaiannya
  2. Membiasakan siswa untuk berpikir tingkat tinggi sehingga sanggup meningkatkan kompetensinya
  3. Memberikan contoh kepada kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik
  4. Memberikan contoh kepada pengawas sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik dan manajerial.

Tujuan PKP Berbasis Zonasi ialah sebagai berikut:
  1. Mewujudkan pemerataan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.
  2. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas peningkatan kompetensi pembelajaran, di mana kegiatan dilakukan secara terintegrasi dalam satu area wilayah dengan mempertimbangkan jarak, akses, dan volume guru yang ikut serta.
  3. Memudahkan dalam melaksanakan pemetaan kompetensi, kinerja, serta acara guru.
  4. Memudahkan dalam melaksanakan pelatihan terhadap agenda peningkatan kompetensi guru sesuai dengan hasil pemetaan yang dilakukan.
  5. Memudahkan dalam melaksanakan supervisi dan koordinasi peningkatan kompetensi pembelajaran.

D. Tagihan Peserta PKP Berbasis Zonasi
Program PKP merupakan bab dari agenda Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 wacana Guru dan Dosen serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 wacana Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Berikut ini beberapa tagihan penerima PKP Berbasis Zonasi

1. Tagihan IN-2
1.1 LK-3 : Format Desain Pembelajaran menurut Model Pembelajaran
1.2 LK-4 : Penilaian Berorientasi H*TS

2. Tagihan ON-1
2.1 LK 5 : Pengembangan RPP (unit ke-1)
2.2 LK 3 : Format Desain pembelajaran menurut Model (unit ke-2)
2.3 LK 4 : Penilaian berorientasi H*TS (unit ke-2)
2.4 Jurnal Belajar OJL ke-1 (On-1)

3. Tagihan IN-3
3.1 LK-6: Reviu RPP
3.2 LK-4d: Telaah Soal

4. Tagihan ON-2
4.1 Lembar pengamatan praktik mengajar
4.2 LK-7 : Jurnal praktek mengajar (unit ke-1)
4.3 LK 5 : Pengembangan RPP (unit ke-2)
4.4 Jurnal Belajar OJL ke-2 (On-2)

5. Tagihan IN-4
5.1 LK-8: Catatan refleksi praktik pembelajaran unit ke-1
5.2 LK-6: Reviu RPP
5.3 LK-4d: Telaah Soal

6. Tagihan ON-3
6.1 Lembar Pengamatan
6.2 LK-7 :Jurnal praktek mengajar (unit ke-2)
6.3 Jurnal Belajar OJL ke-3 (On-3)

7. Tagihan IN-5
7.1 Laporan Best Practice
7.2 Format Monitoring dan Penilaian Hasil Belajar/Tagihan

E. Cara Unggah File

E-portofolio ialah sekumpulan berkas pribadi yang merupakan dokumentasi sebagai bukti pencapaian hasil atas proses kegiatan pembelajaran Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) berbasis Zonasi. Dalam hal ini e-portofolio merupakan kumpulan dokumen penerima pada kegiatan PKB melalui PKP berbasis Zonasi yang bertujuan untuk mendokumentasikan perkembangan proses berguru sesuai dengan sasaran kompetensi yang telah ditetapkan. Dokumen yang terkumpul kemudian sanggup diberi komentar oleh guru inti dan dilakukan proses perbaikan (jika diperlukan), sehingga pada balasannya sanggup dipakai sebagai refleksi pribadi.

E-portofolio sanggup berbentuk kiprah yang dikerjakan selama proses pembelajaran yang dibentuk penerima dan wajib diunggah di kelas sistem pendampingan PKB melalui PKP berbasis Zonasi.

Di final pembelajaran agenda ini, penerima akan mencapai kompetensi yang diharapkan. Sebagai bukti penerima mencapai kompetensi tersebut, dan telah melaksanakan kegiatan yang ditugaskan dalam agenda ini, maka penerima harus memenuhi beberapa tagihan sesuai yang dipersyaratkan. Tagihan-tagihan tersebut hanya sanggup dihasilkan jikalau penerima benar-benar mengimplementasikan pembelajaran.

Semua kegiatan dalam Pembelajaran modul ini akan dibuktikan melalui beberapa tagihan yang dituangkan dalam bentuk Lembar Kerja (LK) dan non-LK yang akan diunggah ke dalam e-portofolio ini.

Berikut ialah petunjuk bagi penerima untuk mengunggah tagihan:

Petunjuk bagi Peserta:
  1. Silakan klik tombol (Start Contribution) yang terdapat di bab bawah laman.
  2. Pada laman yang tampil silakan Saudara unggah tagihan yang telah diselesaikan sesuai urutan pada daftar tagihan (Table of Contents) yang ada pada bab kanan atas laman browser Saudara. Kemudian klik tombol "Add Contribution":

Cara Unggah File Di Simpeg Banyumas

Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah memakai aplikasi Simpeg guna mengelola data kepegawaian ASN sehingga terwujud suatu sistem info administrasi pengelolaan kepegawaian yang terintegrasi dalam suatu jaringan komputer, yang bisa menghasilkan info yang bermutu.

Melalui Smpeg ini, proses pengajuan kenaikan pangkat sudah tidak memakai berkas fisik lagi melainkan cukup dengan dokumen elektronik.

A. Cara Login
Untuk masuk dalam Simpeg Banyumas sanggup dilakukan dengan cara mengunjugi halaman "SIMPEG BANYUMAS". Selanjutnya silahkan memasukkan username dan password dengan yang telah dibuat, kemudian klik tombol masuk (Login).
 Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah Cara Unggah File Di Simpeg Banyumas
B. Menu Utama
Setelah berhasil login ke dalam SIMPEG, terdapat beberapa hidangan yang sanggup dipergunakan, berikut ialah hidangan dikala pertama kali login ke SIMPEG.

1. Dashboard
Menu utama dalam SIMPEG BANYUMAS, yang berisi foto dan daftar perubahan riwayat serta perubahan biodata pengguna. Selian itu halaman ini juga mempunyai kegunaan untuk kembali ke hidangan awal.

2. E-Personal
Meni E-Personal berada sempurna di bawah hidangan Dashboard yaitu pada bilah sisi (Sidebar) kiri Aplikasi Simpeg Banyumas. Pada hidangan ini, terdapat 3 (tiga) sub hidangan yaitu Data Pegawai, Perubahan Biodata, dan Perubahan Riwayat
  1. Data Pegawai berisi Biodata Pribadi, Lokasi dan Jabatan, CPNS dan PNS, Pangkat Terakhir, KGB Terakhir, Pendidikan, Riwayat, Keluarga, Data Lain dan E dokumen. Data Pegawai ini sanggup dicetak.Untuk mencetak data, klik cetak. Jika anda ingin menyimpan file dalam format PDF silahkan gunakan browser Google Chrome.kemudian pilih opsi "Simpan Sebagai PDF.
  2. Perubahan Biodata berisi daftar perubahan yang telah dilakukan oleh anda, kalau data masih berwarna merah artinya belum disetujui oleh Admin BKD.
  3. Perubahan riwayat berisi daftar perubahan riwayat yang telah anda lakukan, sama dengan perubahan biodata perubahan riwayat juga harus disetujui oleh Admin BKD.

C. Sub Menu Riwayat
Pada sub hidangan ini berisi riwayat pegawai ibarat Pangkat, Jabatan, KGB, Pendidikan, Diklat Struktural, Diklat Fungsional, Diklat Teknis, Seminar dll, Penghargaan, Penguasaan Bahasa, Hukuman Disiplin, Penilaian Prestasi Kerja PNS, dan Angka Kredit.

Pengisian riwayat sanggup dilakukan dengan mengisi form isian yang ada pada halaman tersebut. Berikut ini salah satu tumpuan pengisian riwayat Pangkat PNS. Langkah langkahnya antara lain sebagai berikut :
  1. Klik riwayat pangkat, dan klik tanda tambah (+) yang ada di atas tabel bab kanan.
  2. Masukan data : Golongan Ruang, Pejabat Menetapkan, Nomor SK, Tanggal SK, TMT SK, Masa Kerja, Gaji Pokok dan Status Pangkat.
  3. Selanjutnya klik simpan (Jika anda salah mengisi akan muncul peringatan sehingga form ini harus diisi dengan benar)
  4. Setelah data tersimpan selanjutnya pilih kolom aksi. Ada tiga pilihan yaitu kelola file, edit dan hapus.
 Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah Cara Unggah File Di Simpeg Banyumas
  1. Pilih kelola file untuk mengunggah berkas. Berkas ini ialah hasil scan orisinil dokumen dalam format JPG.
  2. Klik tombol tambahkan file (warna hijau). Silahkan cari file anda yang akan diunggah. Setelah ketemu klim klik tombol open sehingga file akan terunggah pada aplikasi simpeg.
 Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah Cara Unggah File Di Simpeg Banyumas
  1. Setelah file berhasil terunggah ada dua pilihan untuh hapus (delete) dan Cetak pada bab kanan form.

D. Data Keluarga
Data Keluarga terdiri dari data orang tua, Data suami/ istri, dan Data anak dan Data Saudara. Seluruh data keluarga bisa diubah oleh masing-masing PNS yang bersangkutan. Klik tambah atau ubah untuk menambahkan atau mengubah data keluarga.
 Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah Cara Unggah File Di Simpeg Banyumas
E. Data Lain
Data lain ini berisi Tinggi Badan, Berat badan, Rambut, Bentuk Muka, Warna Kulit, Ciri Khas, Cacat Tubuh, Hobby, dan Keterangan Lainnya.

Berikut ini video cara mengisi data pada Simpeg Banyumas

F. E-Dokumen
E-Dokumen berisi dokumen-dokumen yang harus diunggah oleh pengawai. Beberapa dokumen tersebut antara lain sebagai berikut.
NoJenis Dokumen
1CPNS/PNS - SK CPNS
2CPNS/PNS - SK PNS
3CPNS/PNS - Sumpah PNS
4CPNS/PNS - SPMT
5CPNS/PNS - Konversi NIP
6Kartu Pegawai - KPE
7Kartu Pegawai - Karis/Karsu
8Kartu Pegawai - Karpeg
9Kartu Pegawai - Taspen
10Kartu Pegawai - Surat Nikah
11Kartu Pegawai - Askes
12Kartu Pegawai - NPWP
13Kartu Pegawai - KTP
14Kartu Pegawai - KK
15Kartu Pegawai - Akte Kelahiran Anak
16Ijin - Ijin Cuti
17Ijin - Ijin Belajar/Tugas Belajar
18Ijin - SK Penempatan Setelah Tugas Belajar
19Ijin - SK Penggunaan Gelar
20Mutasi - SK Mutasi Masuk dari Luar Kabupaten
21Mutasi - Mutasi Antar SKPD
22Pensiun - SK Perpanjangan BUP
23Pensiun - SK Pensiun
24Pensiun - SK Meninggal
25Pensiun - SK Janda/Duda
26Lain-lain - SK PMK
27Lain-lain - Pakta Integritas
28Lain-lain - Surat Tanda Lulus Ujian Dinas
29Lain-lain - Surat Tanda Lulus Ujian PI
30Lain-lain - Diklat Prajabatan
31Lain-lain - Sertifikat Profesi

Catatan :
Dalam rangka penerapan Kenaikan Pangkat 2020 secara Paperless, dimohon untuk sanggup mulai men-scan dokumen kepegawaian (e-file). e-File tersebut kedepannya akan dipakai sebagai berkas secara elektronik untuk hampir seluruh proses kepegawaian. Untuk upload e-File, diminta jangan hingga ada scanning SK/dokumen yg terpotong dan disarankan dokumen yang asli.