Minggu, 08 Mei 2016

Pemeliharaan Kebersihan Alat Reproduksi

Kesehatan reproduksi yaitu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh terkait fungsi, peran, dan sistem reproduksi. Kebersihan alat reproduksi harus dijaga. Cara memelihara kebersihan alat reproduksi antara lain mencuci tangan; membersihkan alat reproduksi sesudah buang air; mengenakan celana dalam yang bersih dan higienis; mengelap dengan handuk dan tisu; mencuci pakaian dan celana yang kotor; mengenakan celana yang longgar; membiasakan buang air di toilet atau kamar mandi; serta menjauhi makanan dan minuman tidak sehat.

Bagian badan di sekitar alat reproduksi kalau kurang bersih dan terawat akan mengakibatkan penyakit. Penyakit yang timbul antara lain jerawat terusan kencing, kudis, eksim, dan urethritis. Menjaga kebersihan dan kesehatan alat reproduksi mempunyai banyak manfaat.

A. Perlunya Memelihara Alat Reproduksi
Alat reproduksi merupakan penggalan badan yang mempunyai fungsi yang penting bagi tubuh. Kesehatan alat reproduksi juga harus dijaga dengan baik.

1. Manfaat Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi
Beberapa manfaat menjaga kebersihan alat reproduksi sebagai berikut.
  1. Kulit di sekitar alat reproduksi selalu sehat dan bebas dari anyir tidak sedap.
  2. Aktivitas buang air kecil dan buang air besar tidak terganggu.
  3. Terhindar dari banyak sekali penyakit.
  4. Dapat beraktivitas sehari-hari dengan nyaman.

2. Tujuan Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi
Berikut ini tujuan menjaga kebersihan alat repoduksi.
  1. Memelihara fungsi alat reproduksi.
  2. Menghindari munculnya aroma tidak sedap pada alat reproduksi.
  3. Mencegah terjangkitnya penyakit pada alat reproduksi.
  4. Meningkatkan kenyamanan dalam melaksanakan aktivitas.

B. Perilaku dalam Memelihara Kebersihan Alat Reproduksi
Membiasakan menjaga kebersihan alat reproduksi menjadikan badan selalu sehat.

1. Cara Memelihara Kebersihan Alat Reproduksi
Kesehatan reproduksi yaitu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh terkait fungsi, peran, dan sistem reproduksi. Kondisi sehat tidak berarti bebas penyakit atau kecacatan, tetapi sehat secara mental dan sosial kultural. Untuk mencapai derajat sehat, kau harus memelihara kebersihan alat reproduksi. Beberapa cara menjaga kebersihan alat reproduksi antara lain sebagai berikut.
Kesehatan reproduksi yaitu keadaan sejahtera fisik Pemeliharaan Kebersihan Alat Reproduksi
  1. Mencuci Tangan. Tangan biasa dipakai untuk menyentuh benda. Dapat jadi, benda yang disentuh atau dipegang kotor. Setelah buang air, perlu mencuci tangan. Jika tidak dicuci, tangan menjadi kawasan kuman berkembang biak. Gunakan sabun ketika mencuci tangan.
  2. Membersihkan Diri sesudah Buang Air. Bilaslah anggota badan memakai air bersih yang mengalir. Gunakan tangan kiri untuk membersihkannya. Gunakan pula sabun semoga kebersihannya makin terjaga.
  3. Mengelap dengan Handuk atau Tisu. Untuk menghindari tumbuhnya jamur, perlu mengeringkan tubuhmu dengan mengelap tubuh. Kamu sanggup memakai handuk atau tisu ketika berkeringat atau basah.
  4. Mengenakan Celana Dalam yang Bersih dan Higienis Higienis diartikan bebas dari kuman atau tidak mengandung bibit penyakit. Celana dalam yang kotor dan lembap rentan kuman penyakit.
  5. Mencuci Pakaian dan Celana yang Kotor. Pakaian dan celana kotor menjadi sarang bibit penyakit. Agar tetap bersih, pakaian dan celana kotor harus dicuci. Selanjutnya, pakaian tersebut dijemur dan disetrika.
  6. Mengenakan Celana yang Longgar. Agar kesehatan reproduksi terjaga, sebaiknya
  7. mengenakan celana agak longgar. Kamu sanggup bebas bergerak dan lebih nyaman beraktivitas.
  8. Membiasakan Buang Air di Toilet/Kamar Mandi Biasakan buang air di toilet atau kamar mandi. Kebiasaan ini merupakan perilaku terpuji dan sanggup menjaga kesehatan tubuh.
  9. Menjauhi Makanan dan Minuman yang Kurang Sehat Setiap orang perlu makanan dan minuman sehat. Dengan mengonsumsi sajian sehat, kau sanggup menjaga kesehatan alat reproduksi.

2. Penyakit Akibat Kebersihan Alat Reproduksi Tidak Terjaga
Penyakit yang timbul lantaran alat reproduksi tidak terjaga kebersihannya sebagai berikut.

a. Infeksi Saluran Kencing
Infeksi terusan kencing atau jerawat terusan kemih disebabkan basil Escherichia Coli. Infeksi terusan kencing dibagi menjadi jerawat terusan kencing penggalan bawah dan jerawat terusan kencing penggalan atas.

Gejala jerawat terusan kencing penggalan bawah, yaitu rasa ingin selalu buang air kecil, nyeri atau perih ketika buang air kecil, warna urine keruh, dan anyir urine tidak sedap. Gejala jerawat terusan kencing penggalan atas, yaitu nyeri pada penggalan selangkangan, mual, dan demam.

b. Kudis
Kudis disebabkan tungau Sarcoptes Scabiei. Tungau menggali sarang di bawah lapisan kulit sehingga kulit gatal dan membentuk ruam. Hindari saling meminjam pakaian atau handuk lantaran mengakibatkan penyakit kulit. Seorang penderita kudis sebaiknya disediakan handuk khusus. Pakaian yang dikenakannya dilarang dikenakan orang lain.

c. Eksim
Eksim atau eksema yaitu peradangan pada kulit yang mengakibatkan munculnya gatal-gatal. Pada kondisi tertentu, kulit memerah, kering, dan pecah-pecah. Eksim merupakan jenis penyakit jangka panjang. Setelah menghilang, gejalanya sanggup muncul kembali. Kulit yang terkena eksim dilarang digaruk lantaran mengakibatkan jerawat dan iritasi.

d. Urethritis
Urethritis yaitu penyakit jerawat yang mengakibatkan peradangan pada penggalan lapisan uretra. Lapisan uretra yaitu sebuah terusan kecil yang berfungsi mengalirkan air kencing ke luar tubuh. Penyebab urethritis antara lain basil yang masuk ke terusan uretra sehingga terjadi infeksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar